Senin, 06 Agustus 2012

Struktur Teori Akuntansi

Struktur dari suatu teori akuntansi terdiri atas elemen-elemen berikut ini

1.Suatu pernyataan mengenai tujuan dari laporan keuangan

2.Suatu pernyataan dari dalil-dalil dan konsep teori dari akuntansi yang berkaitan dengan asumsi-asumsi lingkungan dan hakikat dari unit akuntansi.

3.Suatu pernyataan mengenai prinsip-prinsip akuntansi dasar berdasarkan dalil-dalil maupun konsep teori tersebut.

4.Sekelompok teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi.

HAKIKAT DARI DALIL, KONSEP TEORI, DAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI

Pembahasan ini dimulai dengan definisi-definisi berikut ini :

1.Dalil Akuntansi adalah pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaian terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosial, dan hukum di mana akuntansi harus beroperasi.

2.Konsep Teori dari akuntansi juga merupakan pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaian terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan hakikat dari kesatuan akuntansi yang beroperasi dalam suatu perekonomian bebas yang ditandai oleh kepemilikan pribadi atas milik.

3.Prinsip-prinsip akuntansi adalah aturan pengambilan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun konsep teori akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.

4.Teknik Akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu dihadapi oleh perwujudan akuntansi tersebut.

DALIL-DALIL AKUNTANSI

1.Dalil Perwujudan

Dalil perwujudan menganggap bahwa setiap perusahaan adalah suatu unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan dari perusahaan-perusahaan lain.

Dalil ini memungkinkan akuntan untuk membedakan antara transaksi bisnis dengan transaksi pribadi : akuntan akan melaporkan transaksi-transaksi perusahaan, dan bukanya transaksi dari pemilik perusahaan. Konsep perwujudan berlaku untuk firma, perusahaan perorangan, korporasi (baik berupa perseroan maupun non perseroan), serta perusahaan kecil dan besar. Salah satu cara untuk mendefinisikan suatu perwujudan akuntansi adalah dengan mendefinisikan unit ekonomi yang bertanggung jawab untuk aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif dari unit tersebut.

Cara lain untuk mendefinisikan suatu perwujudan akuntansi adalah dalam hal kepentingan ekonomi dari berbagai pengguna, dan bukannya aktivitas ekonomi dan pengendalian administrasi dari unit tersebut. Pendekatan ini berorientasi pada pengguna daripada berorientasi pada perusahaan. (Concepts Study Committe) tahun 1964 dari (American Accounting Association) untuk konsep perwujudan bisnis mendukung pandangan ini, dengan menyatakan bahwa ”batasan-batasan dari perwujudan ekonomi semacam itu dapat di identifikasi :

- Dengan menentukan individu atau kelompok yang berkepentingan, dengan menentukan hakikat dari kepentingan individu atau kelompok tersebut

-Pendekatan kedua ini membenarkan kemungkinan ekspansi data yang bisa terjadi karena lingkup akuntansi yang baru ketika akuntansi berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasi potensial dari semua pengguna.

2.Dalil Kelangsungan Usaha

Dalil Kelangsungan Usaha atau dalil kontinuitas menganggap bahwa perwujudan bisnis akan melanjutkan operasinya cukup lama untuk realisasi proyek, komitmen, dan aktivitasnya yang berkelanjutan. Dalil ini mengasumsikan bahwa perwujudan tersebut tidak diharapkan akan di likuidasi di masa depan atau bahwa perwujudan tersebut akan berlanjut sampai periode yang tidak dapat ditentukan.

Laporan keuangan menyediakan suatu pandangan mengenai situasi keuangan dari perusahaan tersebut dan hanyalah merupakan sebagian dari serangkaian laporan. Dalil kelangsungan usaha membenarkan penilaian aktiva menggunakan basis non likuidasi dan menyediakan dasar untuk akuntansi depresiasi.

Karena baik nilai sekarang maupun nilai likuidasi tidak sesuai untuk penilaian aktiva, dalil kelangsungan usaha membutuhkan penggunaan biaya historis untuk banyak penilaian. Aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud dia amortisasi selama masa manfaatnya, dan bukan menggunakan periode yang lebih pendek karena memperkirakan adanya likuidasi awal. Dalil kelangsungan usaha juga dapat digunakan untuk mendukung teori manfaat. Harapan akan manfaat masa depan mendorong manajer untuk melihat ke depan dan mendorong investor untuk membuat komitmen modal kepada suatu perusahaan.

3.Dalil Unit Pengukuran

Suatu unit pertukaran dan pengukuran adalah perlu untuk menghitung transaksi dari perusahaan secara seragam. Dalil Unit Pengukuran (of Measure Postulate) menganggap bahwa akuntansi adalah proses pengukuran dan penyampaian aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan uang.

Dalil unit pengukuran atau dalil unit moneter mengaplikasikan dua keterbatasan utama dari akuntansi :

a. Akuntansi terbatas pada ramalan dari informasi yang dinyatakan dalam satuan uang, akuntansi tidak tidak mencatat maupun menyampaikan informasi non moneter lainnya walaupun informasi tersebut relevan.

b. Informasi akuntansi dipandang sebagai informasi yang bersifat moneter dan dapat di hitung, informasi non akuntansi dipandang sebagai informasi yang bersifat non moneter dan tidak dapat di hitung.

4.Dalil Periode Akuntansi Dalil Periode Akuntansi menganggap bahwa laporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam kekayaan perusahaan sebaiknya diungkapkan secara periodik. Durasi dari suatu periode dapat bervariasi, tetapi menghasilkan periode waktu normal satu tahun. Meski pun kebanyakan perusahaan menggunakan periode akuntansi yang sesuai dengan tahun kalender, beberapa perusahaan menggunakan tahun fiskal atau tahun bisnis alami.

Dengan mengharuskan perwujudan untuk menyediakan laporan keuangan periodik jangka pendek, dalil periode akuntansi memperlakukan adanya aktual dan deferal , yang penerapan nya merupakan perbedaan utama antara akuntansi aktual dengan akuntansi kas. Setiap periode penggunaan aktual dan deferal diharuskan dalam penyusunan posisi keuangan perusahaan dalam hal beban dibayar di muka, pendapatan yang belum ditagih, upah yang masih harus dibayar, dan beban depresiasi.

KONSEP TEORI DARI AKUNTANSI

1.Teori Kepemilikan

Menurut teori kepemilikan, perwujudan adalah agen, perwakilan, atau pengaturan di mana wira usaha individual atau pemegang saham beroperasi. Tujuan utama dari teori kepemilikan adalah penentuan dan analisis dari kekayaan bersih pemilik. Oleh karena itu, persamaan akuntansi adalah :

Aktiva Kewajiban Ekuitas Pemilik

Meski pun teori kepemilikan pada umumnya dipandang sesuai terutama untuk korporasi yang ke pemiliknya bersifat tertutup seperti perusahaan perorangan dan firma, pengaruh dari teori kepemilikannya dapat ditemukan dalam beberapa teknik dan terminologi akuntansi yang digunakan oleh korporasi yang ke pemiliknya bersifat terbuka. Teori kepemilikan memiliki paling tidak dua bentuk, yang berbeda dalam hal siapa yang dimasukkan dalam kelompok pemilik. Dalam bentuk pertama hanya pemegang saham biasa yang menjadi bagian kelompok pemilik sementara pemegang saham istimewa dikeluarkan. Dengan demikian dividen saham istimewa dikurangkan ketika menghitung laba pemilik.

2.Teori Perwujudan

Teori perwujudan memandang perwujudan sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari mereka yang menyediakan modal bagi perwujudan tersebut. Sederhananya unit bisnis dan bukanya pemilik, yang menjadi pusat dari kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab baik atas pemilik maupun kreditor. Oleh karena itu, persamaan akuntansi nya adalah

Aktiva Ekuitas

Aktiva Kewajiban Ekuitas Pemegang Saham

Aktiva adalah hak yang menjadi milik perwujudan tersebut, ekuitas mencerminkan sumber daya dari aktiva dan terdiri atas kewajiban dan ekuitas pemegang saham. Baik kreditor maupun pemegang saham adalah pemilik ekuitas, meski pun mereka memiliki hak yang berbeda dalam hal laba, pengendalian koreksi dan likuidasi.

Teori perwujudan paling sesuai bagi bentuk perusahaan dari usaha bisnis yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya. Dampak dari teori perwujudan dapat ditemukan dalam beberapa teknik akuntansi dan terminologi yang digunakan dalam praktik.

- Teori perwujudan lebih memilih penggunaan penilaian persediaan dengan lifo dan bukanya fifo, karena penilaian LIFO menghasilkan penentuan laba yang lebih baik akibat penerapan dalam teori kepemilikan.

- Definisi umum dari pendapatan sebagai produk dari perusahaan dan beban sebagai barang dan jasa yang di konsumsi untuk memperoleh pendapatan ini adalah konsisten dengan pandangan teori perwujudan dengan indeks kinerja dan akuntan stabilitas terhadap pemegang ekuitas.

- Penyusunan Laporan Konsolidasi dan pengakuan atas kelas kepemilikan minoritas sebagai tambahan pemegang ekuitas adalah juga konsisten dengan teori perwujudan .

- Baik teori perwujudan dengan tekanan pada penentuan laba yang sesuai bagi pemegang saham maupun teori kepemilikan dengan penekanan pada penilaian aktiva yang tepat, dapat dipandang sebagai memihak penggunaan nilai sekarang atau dasar penilaian selain biaya historis.

3.Teori Dana

Dalam teori dana dasar akuntansi bukanlah pemilik maupun perwujudan , selain kelompok Aktiva dan kewajiban serta pembatasan yang terkait, yang disebut dana, yang mengatur penggunaan aktiva tersebut. Dengan demikian, teori dana memandang unit bisnis sebagai unit yang terdiri atas sumber daya (dana) ekonomi dan kewajiban serta pembatasan yang terkait dengan penggunaan dari sumber daya ini.

Persamaan Aktiva = Pembatasan Aktiva

Suatu dana dapat di definisikan sebagai perwujudan fiskal dan akuntansi yang dengan kelompok akun yang berimbang yang mencatatkan dan / atau sumber daya lain bersama-sama dengan seluru kewajiban, cadangan dan ekuitas terkait, yang dipisahkan dengan tujuan untuk melaksanakan aktivitas tertentu atau mencapai tujuan tertentu sesuai dengan peraturan, restriksi atau pembatasan khusus.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, yang terdiri dari:

(1) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK);

(2) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK).

Material. Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material. Jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu.

Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban termasuk penyesuaian yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif sebagaimana diisyaratkan oleh SAK lainnya.

Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi:

perubahan dalam siklus evaluasi (lihat PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud); keuntungan dan kerugian aktual atas program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan paragraf 94 PSAK 24: Imbalan Kerja; keuntungan dan kerugian yang timbul dari pemindahan laporan keuangan dari perwujudan asing (lihat PSAK 11: Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing); keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang di kategori kan sebagai ’tersedia untuk dijual’ (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran); Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan

Pengukuran) Pemilik adalah pemegang instrumen yang di klasifikasi sebagai ekuitas.

Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain.

Penyesuaian klasifikasi adalah jumlah yang di klasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya.

Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari

transaksi dengan pemilik dalam kapasitas nya sebagai pemilik.

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah suatu sajian struktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu perwujudan . Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas perwujudan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perwujudan yang meliputi: aset;stabilitas;ekuitas; pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian; kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitas nya sebagai pemilik;dan arus kas.

Informasi tersebut, beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna laporan dalam memperkirakan arus kas masa depan dan, khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

laporan posisi keuangan pada akhir periode;

laporan laba rugi komprehensif selama periode

laporan perubahan ekuitas selama periode;

laporan arus kas selama periode;

catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya; dan laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika perwujudan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara prepepektif atau membuat sajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika mengklarifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

Beberapa definisi menyajikan, terpisah dari laporan keuangan, suatu kajian keuangan oleh manajemen yang menjelaskan karakter utama dari kinerja keuangan dan posisi keuangan, dan kondisi ketidakpastian utama yang dihadapi. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai:

Faktor dan pengaruh-pengaruh utama yang menentukan kinerja keuangan, termasuk perubahan lingkungan tempat definisi beroperasi, tanggapan terhadap perubahan dan pengaruhnya, dan kebijakan investasi untuk memelihara serta meningkatkan kinerja keuangannya, termasuk kebijakan dividen;Sumber pendanaan perwujudan dan target rasio stabilitas terhadap ekuitas; dan Sumber daya perwujudan yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan SAK.

definisi dapat pula menyajikan, terpisah dari laporan keuangan, laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah, khususnya bagi industri di mana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting. Laporan tambahan tersebut di luar ruang lingkup Standar Akuntansi Keuangan.

Karakter Umum

sajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK

Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas suatu perwujudan sajian yang wajar mengisyaratkan sajian secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa dan kondisi lain sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian Laporan Keuangan. Penerapan SAK, dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan, dianggap menghasilkan sajian laporan keuangan secara wajar.

definisi laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. kesatuan tidak boleh menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap semua yang persyaratkan dalam SAK.

Dalam hampir semua kondisi, perwujudan mencapai sajian laporan keuangan secara wajar apabila memenuhi SAK terkait. sajian secara wajar juga mengisyaratkan definisi untuk:

- memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan PSAK 25. PSAK 25 mengatur hirarki pedoman otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal tidak terdapat PSAK yang secara khusus mengatur suatu pos tertentu. - menyajikan informasi, termasuk kebijakan akuntansi, sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang relevan, andal, dapat di bandingkan, dan mudah di pahami. (c)memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian dengan persyaratan khusus dalam SAK tidak cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu, peristiwa dan kondisi lain terhadap posisi keuangan dan kinerja keuangan definisi.

Ketika definisi menyimpang dari ketentuan suatu PSAK sesuai dengan maka definisi mengungkapkan:

bahwa manajemen telah menyimpulkan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas definisi; bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK terkait, kecuali pos yang menyimpang dari ketentuan tertentu untuk mencapai sajian yang wajar nama PSAK yang tidak diterapkan, sifat penyimpanan, termasuk perlakuan yang diisyaratkan oleh PSAK tersebut, alasan mengapa perlakuan tersebut akan memberikan pemahaman yang salah dalam situasi tersebut sehingga akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian Laporan Keuangan, dan perlakuan yang diterapkan; dan (d) untuk masing-masing periode yang disajikan,pengaruh keuangan dari penyimpanan untuk masing-masing pos dalam laporan keuangan yang seharusnya dilaporkan sesuai dengan ketentuan tersebut.

Ketika definisi menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK pada periode sebelumnya, dan penyimpanan tersebut berpengaruh terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan pada periode berjalan, maka entitas membuat pengungkapan sebagaimana diatur pada paragraf 18 (c) dan (d).

Contoh implementasi paragraf 19 adalah ketika definisi pada periode sebelumnya menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK untuk pengukuran aset atau laibilitas dan penyimpanan tersebut memengaruhi pengukuran atas perubahan aset dan laibilitas yang diakui pada laporan keuangan periode berjalan.

Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi, ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian Laporan Keuangan, tetapi peraturan yang relevan melarang penyimpanan tersebut, maka entitas semaksimal mungkin mengurangi pemahaman yang salah tersebut dengan mengungkapkan: nama PSAK terkait, sifat ketentuan, dan alasan mengapa manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap ketentuan dimaksud akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian Laporan Keuangan; dan untuk masing-masing periode yang disajikan, penyesuaian terhadap masing-masing pos dalam laporan keuangan yang dipandang perlu oleh manajemen untuk mencapai sajian yang wajar.

Untuk tujuan penerapan paragraf 17 – 21, informasi tertentu dapat bertentangan dengan tujuan laporan keuangan ketika informasi tersebut tidak menyajikan secara jujur transaksi, peristiwa dan kondisi lain baik yang diminta untuk disajikan atau sewajarnya diharapkan untuk disajikan dan, konsekuensinya, informasi tersebut dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan keuangan. Ketika menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan khusus dari suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian laporan keuangan, manajemen mempertimbangkan:

- alasan tujuan laporan keuangan tidak tercapai dalam kondisi tersebut; dan bagaimana perbedaan kondisi definisi dengan kondisi perwujudan lain yang mematuhi persyaratan. Jika definisi lain dengan kondisi yang sama menerapkan persyaratan tersebut maka akan muncul asumsi yang dapat diperdebatkan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan tersebut tidak akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian Laporan Keuangan.

Kelangsungan Usaha

Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen membuat penilaian tentang kemampuan definisi untuk mempertahankan kelangsungan usaha. definisi menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi perwujudan atau menghentikan perdagangan, atau tidak mempunyai alternatif lainnya yang realistis selain melakukannya. Jika manajemen menyadari (dalam membuat nilainya) mengenai adanya ketidakpastian yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan tentang kemampuan definisi untuk mempertahankan kelangsungan usaha, maka definisi mengungkapkan ketidakpastian tersebut. Jika definisi menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, maka definisi mengungkapkan fakta tersebut, bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan alasan mengapa definisi tidak dipertimbangkan sebagai definisi yang dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha.

Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi kelangsungan usaha adalah tepat, manajemen memerhatikan semua informasi masa depan, paling sedikit (namun tidak dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode laporan. Tingkat pertimbangan tergantung pada fakta dari setiap kasus. Jika selama ini definisi menghasilkan laba dan mempunyai akses ke sumber pembiayaan, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci.

Dalam kasus lain, manajemen perlu memerhatikan faktor yang berpengaruh pada profitabilitas masa kini maupun masa yang akan datang, jadwal pembayaran utang dan sumber potensial

pembiayaan pengganti sebelum dapat menyimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai.

Dasar Aktual

Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar aktual, kecuali laporan arus kas.

Ketika akuntansi berbasis aktual digunakan, definisi mengakui pos-pos sebagai aset laibilitas, ekuitas, pendapatan dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsur unsur tersebut dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan sajian Laporan Keuangan. Materialis dan Agregasi

Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos sejenis yang material. definisi menyajikan secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material.

Laporan keuangan merupakan hasil dari proses sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang di klasifikasi sesuai sifat atau fungsinya. Tahap akhir dari proses gabungan dan klasifikasi adalah sajian dalam laporan keuangan. Jika suatu klasifikasi pos tidak material, maka dapat digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. Suatu pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam laporan keuangan tetapi cukup material untuk disajikan terpisah dalam catatan atas laporan keuangan.definisi tidak diperlukan untuk memberikan suatu pengungkapan khusus yang diminta oleh suatu PSAK jika informasi tersebut tidak material.

Saling Hapus definisi tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan laibilitas atau pendapatan dan beban, kecuali diisyaratkan atau di ijinkan oleh suatu PSAK. definisi melaporkan secara terpisah untuk aset dan laibilitas serta pendapatan dan beban. Saling hapus dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan posisi keuangan atau dalam laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) mengurangi kemampuan pengguna laporan keuangan baik untuk memahami transaksi, PSAK 23: Pendapatan mendefinisikan pendapatan dan mengisyaratkan definisi untuk mengukurnya berdasarkan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau akan diterima, dengan mempertimbangkan jumlah potongan dagang dan rabat volume yang diperbolehkan. Dalam aktivitas normal, definisi juga melakukan transaksi lain yang bukan merupakan penghasil utama pendapatan dan bersifat insidentil. definisi menyajikan keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset tidak lancar, termasuk investasi dan aset operasional, dilaporkan dengan mengurangkan penerimaan dari pelepasan dengan nilai tercatat dan beban yang timbul dari pelepasan aset tersebut; definisi dapat mengurangkan pengeluaran yang terkait dengan ketentuan yang diakui sesuai dengan PSAK 57 dan diganti berdasarkan perjanjian kontraktual dengan pihak ketiga (seperti perjanjian garansi dari pemasok) dengan pergantian yang diterima. definisi menyajikan keuntungan dan kerugian yang timbul dari suatu kelompok transaksi yang sejenis secara neto, misalnya keuntungan dan kerugian dari transaksi mata uang asing atau keuntungan dan kerugian yang timbul dari instrumen keuangan yang di kategori sebagai diperdagangkan. Namun, definisi menyajikan keuntungan dan kerugian tersebut secara terpisah jika keuntungan atau kerugian tersebut material.

Frekuensi laporan

definisi menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan. Jika akhir periode laporan intensitas berubah dan

laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek dari periode satu tahun, sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, maka definisi mengungkapkan: alasan penggunaan periode laporan yang lebih panjang atau lebih pendek; dan fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat dibandingkan secara keseluruhan.

Informasi Komparatif

Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan, kecuali dinyatakan lain oleh KAS. Informasi komparatif yang bersifat atraktif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.

Pada beberapa kasus, informasi atraktif yang disajikan pada laporan keuangan periode sebelumnya masih tetap relevan untuk diungkapkan pada periode berjalan. Misalnya, rincian

tentang sengketa hukum yang dihadapi dengan hasil akhirnya belum diketahui secara pasti pada periode sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian, perlu diungkapkan kembali pada periode berjalan. Jika definisi mengubah pengkajian atau pengalokasian pos-pos dalam laporan keuangan, maka definisi mere klasifikasi jumlah komparatif kecuali klasifikasi tersebut tidak praktis untuk dilakukan. Jika definisi mere klasifikasi jumlah komparatif, maka definisi

mengungkapkan:

(1) sifat deklasifikasi;

(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang deklasifikasi; dan

(3) alasan klasifikasi.

Jika klasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka intensitas mengungkapkan:

(4) alasan tidak deklasifikasi jumlah tersebut, dan

(5) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut diversifikasi.

Peningkatan kompatibilitas informasi antar periode membantu pengguna dalam membuat keputusan ekonomi,khususnya memungkinkan penilaian atas peningkatan informasi keuangan untuk tujuan ramalan.PAK 25 mengatur penyesuaian terhadap informasi komparatif yang di syarat kan ketika definisi melakukan perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar.

Konsistensi Sajian

sajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali:

setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi intensitas atau revisi atas laporan keuangan, terlihat secara jelas bahwa sajian atau pendiversifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam PAK 25 perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PAK.

Misalnya, suatu akuisisi atau pelepasan yang signifikan atau revisi atas sajian laporan keuangan, mungkin akan menghasilkan kesimpulan bahwa laporan keuangan harus disajikan secara berbeda. Namun demikian perubahan sajian dapat dilaksanakan jika perubahan tersebut memberikan informasi yang andal dan lebih relevan bagi pengguna atau struktur yang baru mempunyai kecenderungan akan dipergunakan seterusnya.

Identifikasi Laporan Keuangan

Definisi mengidentifikasi laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. KAS hanya berlaku untuk laporan keuangan, dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan tahunan, dokumen yang disampaikan kepada regularis atau dokumen lainnya. Definisi mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Di samping itu, intensitas menyajikan informasi berikut ini secara jelas, dan mengulang nya jika dibutuhkan sehingga dapat dipahami:

nama identitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain, dan setiap perubahan informasi dari akhir periode laporan sebelumnya; apakah merupakan laporan keuangan satu Definisi atau suatu kelompok Definisi tanggal akhir periode laporan atau periode yang di cakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan

- mata uang laporan sebagaimana di definisikan dalam PAK 52; dan

- pembulatan yang digunakan dalam sajian jumlah dalam laporan keuangan.

Laporan Posisi Keuangan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan Laporan posisi keuangan minimal mencakup sajian jumlah pos-pos berikut:

(-) aset tetap;

(-) prototipe investasi

(-) aset tidak berwujud

(-) aset keuangan tidak termasuk jumlah yang disajikan

(-) investasi dengan menggunakan metode ekuitas

(-) aset biologi

(-) persediaan;

(-) piutang dagang dan piutang lainnya;

(-) kas dan setara kas;

(-) total aset yang di klasifikasi sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang di klasifikasi sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PAK 58;

(-) utang dagang dan utang lainnya

(-) kewajiban delegitimasi

(-) stabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan

(-) stabilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana di definisikan dalam PAK 46;

(-) stabilitas dan aset pajak tanggungan, sebagaimana di definisikan dalam PAK 46;

(pus) stabilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang di klasifikasi sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PAK 58;

(-) kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan

(-) modal saham dan cadangan yang dapat di distribusikan kepada pemilik definisi induk.

Intensitas menyajikan pos-pos tambahan, judul dan totalitas dalam laporan posisi keuangan jika pengkajian tersebut relevan untuk pemahaman posisi keuangan definisi. Ketika definisi menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan stabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan, maka aset (stabilitas) pajak tanggungan tidak boleh mendiskualifikasikan sebagai aset lancar (stabilitas jangka pendek).

Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Stabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang

definisi menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan stabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan kecuali sajian berdasarkan kualitas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Jika pengecualian tersebut diterapkan, maka definisi menyajikan seluruh aset dan stabilitas berdasarkan urutan likuidasi.

Apa pun metode sajian yang digunakan, definisi mengungkapkan jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari dua belas bulan untuk setiap pos aset dan stabilitas yang menggabungkan jumlah yang diharapkan akan dipulihkan atau diselesaikan:
Tidak lebih dari dua belas bulan setelah periode laporan; dan(b) lebih dari dua belas bulan setelah periode laporan Aset Lancar. Definisi di klasifikasi aset sebagai aset lancar,jika definisi mengharapkan akan di realisasi aset, atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya, dalam siklus operasi normal; definisi memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan definisi mengharapkan akan di realisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode laporan; atau kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaan untuk menyelesaikan laibilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode laporan.

Stabilitas Jangka Pendek

Suatu Stabilitas di klasifikasi sebagai stabilitas jangka pendek jika intensitas mengharapkan akan menyelesaikan stabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya definisi memiliki stabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan; Stabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode laporan; atau identitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian stabilitas selama sekurang kurangnya 12 bulan setelah periode laporan. Definisi di klasifikasi stabilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai stabilitas jangka panjang. Beberapa stabilitas jangka pendek, seperti utang dagang, beberapa aktual untuk biaya karyawan dan biaya operasi lainnya, merupakan bagian modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal. definisi di klasifikasi tersebut sebagai stabilitas jangka pendek meski pun stabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan lebih dari 12 bulan setelah periode laporan. Siklus operasi normal yang sama diterapkan pada aset dan stabilitas definisi. Jika tidak dapat diidentifikasi secara jelas, maka siklus operasi normal definisi mengasumsikan 12 bulan.

Stabilitas jangka pendek lainnya tidak diselesaikan dalam siklus operasi normal, tetapi jatuh tempo untuk diselesaikan dalam waktu dua belas bulan setelah periode laporan atau dimiliki untuk tujuan diperdagangkan. Misalnya, stabilitas keuangan yang di klasifikasi sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PAK 55, serukan bank, dan bagian jangka pendek dari stabilitas keuangan jangka panjang, dividen utang, pajak penghasilan ter utang, dan ter utang non usaha lainnya. Stabilitas keuangan yang merupakan pembiayaan jangka panjang (bukan bagian dari modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal) dan tidak jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah periode laporan merupakan stabilitas jangka panjang

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan

Definisi mengungkapkan di laporan posisi keuangan atau di catatan atas laporan keuangan, klasifikasi pos-pos yang disajikan, dan di klasifikasi dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi definisi. Rincian yang tercakup dalam klasifikasi, tergantung pada persyaratan SAK serta ukuran, sifat, dan fungsi dari jumlah dari masing-masing pos yang bersangkutan.

Definisi mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas, atau catatan atas laporan keuangan:

(1) untuk setiap jenis saham:

jumlah saham modal dasar; jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh; nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal; rekonstruksi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode;

hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; saham perwujudan yang dikuasai oleh perwujudan itu sendiri atau oleh perwujudan anak atau perwujudan asosiasi dan saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan ,penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas.

Laporan Laba Rugi Komprehensif perwujudan menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode:

(2) dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, atau

-dalam bentuk dua laporan: laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah); dan laporan yang dimulai dengan laba rugi dan menunjukkan komponen pendapatan komprehensif lain (laporan pendapatan komprehensif) Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan laba rugi komprehensif, sekurang kurangnya mencakup sajian jumlah pos berikut selama suatu periode:

(1) pendapatan;

(2) biaya keuangan;

(3) bagian laba rugi dari perwujudan asosiasi dan yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;

(4) beban pajak;

(5) suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari:

(6) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan

(7) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan;

(8) laba rugi;

(9) setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang di artikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h));

(10) bagian pendapatan komprehensif lain dari perwujudan asosiasi dan yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan

(11) total laba rugi komprehensif.

Perwujudan mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode.

(12) laba rugi periode berjalan yang dapat distribusi kepada kepentingan non-pengendali; dan pemilik perwujudan induk total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat distribusi kepada:

kepentingan non-pengendali dan pemilik perwujudan induk.

Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode perwujudan mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain, termasuk penyesuaian klasifikasi, baik dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan.

Definisi dapat menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain:

(1) jumlah neto dari dampak pajak terkait, atau

(2) jumlah sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan komponen tersebut. Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi

Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka perwujudan mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah.

Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut:

(3)penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali, sebagaimana pemulihan atas penurunan

tersebut;

(4) restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu perwujudan dan untuk setiap stabilitas delegitimasi atas biaya restrukturisasi;

(5) pelepasan aset tetap;

(6) pelepasan investasi;

(7) operasi yang dihentikan;

(8) penyelesaian obligasi; dan

(9) pembalikan stabilitas di legitimasi lain.

Laporan Perubahan Ekuitas

perwujudan menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:

- total laba rugi komprehensif selama suatu periode, yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat distribusikan kepada pemilik perwujudan induk dan kepada kepentingan non-pengendali;

- untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospeksi atau sajian kembali secara retrospeksi yang diakui sesuai dengan PAK 25;

- untuk setiap komponen ekuitas, rekonstruksi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari:

-laba rugi masing-masing pos pendapatan komprehensif lain dan

transaksi dengan pemilik dalam kapasitas sebagai pemilik, yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada perwujudan anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.

Laporan Arus Kas

Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan perwujudan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan perwujudan dalam menggunakan arus kas tersebut.

perwujudan mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan:

dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan;

kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan.

Hal yang penting bagi perwujudan untuk memberi informasi kepada pengguna mengenai dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan (misalnya, biaya historis, biaya perolehan kini, nilai realisasi neto, nilai wajar atau jumlah yang dapat dipulihkan kembali) karena dasar pengukuran yang

digunakan dalam penyusunan laporan keuangan memengaruhi analisis pengguna secara signifikan Ketika perwujudan menggunakan lebih dari satu dasar pengukuran dalam laporan keuangan, misalnya ketika suatu kelompok aset dievaluasi, maka hal tersebut adalah memadai dengan memberikan suatu indikasi untuk setiap kelompok aset dan laibilitas yang mana setiap dasar pengukuran diterapkan

2.3 SIFAT MENDALILKAN AKUNTANSI

SIFAT MENDALILKAN AKUNTANSI, KONSEP-KONSEP TEORI DAN PRINSIP-PRINSIP

Mendalilkan akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaian nya dengan tujuan laporan keuangan, menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi, dan hukum tempat akuntansi beroperasi. Di mana merupakan pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri yang sudah diterima karena sesuai untuk menopang dan mewujudkan laporan keuangan.

Konsep teori akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasarkan kesesuaian dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat perwujudan akuntansi yang beroperasi dalam ekonomi bebas yang karakter oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan. Pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri dan diterima karena sesuai dengan tujuan laporan keuangan, yang dengan sifat-sifat akuntansi yang berperan dalam ekonomi pasar yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi (kapitalisme).

Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan dan konsep teori akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.

Teknik akuntansi adalah aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh perwujudan akuntansi.

Mendalilkan Akuntansi

1.Mendalilkan Perwujudan

Akuntansi mengukur hasil operasi dari suatu perwujudan, yang terpisah dan berbeda dari pemilik perwujudan. Dalil perwujudan mengatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Mendalilkan Definisi merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi jumlah objek, peristiwa dan atribut peristiwa yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan. Mendalilkan memungkinkan akuntan membedakan antara transaksi bisnis dan individu: akuntan melaporkan transaksi perusahaan, bukan transaksi pemilik perusahaan. Mendalilkan juga mengakui tanggung jawab pelayanan manajemen pada pemegang saham. Konsep definisi diterapkan pada mitra, kepemilikan tunggal, korporasi (perseroan terbatas dan bukan perseroan terbatas), dan perusahaan kecil dan besar. Konsep ini juga diterapkan pada segmen perusahaan (seperti divisi) atau beberapa perusahaan (seperti konsolidasi perusahaan yang saling terkait).

Salah satu definisi melihat bahwa perwujudan akuntansi merupakan unit ekonomi yang bertanggung jawab atas aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif atas unit.

Definisi lainnya yang berorientasi pemakai menyatakan bahwa perwujudan akuntansi berada dalam kerangka kepentingan ekonomi berbagai pemakai, dan bukan aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif unit. Konsep dari (Buntingan Asosiatif 1964) dan komite studi penelitian standar tentang konsep perwujudan bisnis mendukung pandangan ini, menyatakan bahwa "batasan perwujudan ekonomi dapat diidentifikasi:

1. Dengan menentukan kepentingan individual atau kelompok.

2. Dengan menentukan sifat kepentingan individual atau kelompok.

Pendekatan kedua ini mendiversifikasi kemungkinan perluasan data yang merupakan hasil dari aeroskop akuntansi baru sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan potensial semua pemakai.

2. Kelangsungan Usaha

kelangsungan usaha, atau mendalilkan kontinuitas, menyatakan bahwa definisi akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan proyek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan. mendalilkan mengasumsikan bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk likuidasi dalam masa mendatang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa definisi akan terus beroperasi untuk periode waktu yang tidak tertentu. Jadi, laporan keuangan menyediakan pandangan sementara atas situasi keuangan perusahaan dan hanya merupakan bagian dari seri laporan yang berkelanjutan. Kecuali untuk kasus likuidasi, pemakai menciptakan informasi yang dihitung dengan dasar asumsi jangka panjang perusahaan. Jika definisi memberi kehidupan, yang terbatas, maka laporan yang sesuai akan spesifikasi data terminal dan sifat likuidasi.

Mendalilkan akuntansi depresiasi dengan pertimbangan:

Pertama, karena baik nilai sekarang maupun nilai likuidasi tidak memadai untuk penilaian aset, kelangsungan usaha meminta penggunaan historis untuk penilaian aset.

Kedua, aset tetap dan aset tidak berwujud motorisasi selama umur manfaatnya, dan bukan selama periode yang lebih pendek dalam eksplikasi likuidasi.

Mewujudkan kelangsungan usaha juga diterapkan untuk mendukung teori manfaat. Harapan tentang manfaat di masa mendatang mendorong manajer untuk melihat ke depan dan mendukung investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan. Kelangsungan usaha (yaitu, kontinuitas perwujudan akuntansi yang tidak terbatas) adalah penting untuk stratifikasi teori manfaat.

Beberapa teori kawan akuntansi mempertimbangkan mendalilkan kelangsungan usaha sebagai sesuatu yang diperlukan dan sebagai konvensi akuntansi yang penting. Secara sederhana menyatakan bahwa kemungkinan suatu aktivitas berhenti secara tiba tiba tidak dapat menghasilkan dasar bagi akuntansi.

Semua teori kawan akuntansi tidak sepakat dalam interpretasi tentang mendalilkan kelangsungan usaha. Asytoret dan Serling secara terpisah berpendapat bahwa Mewujudkan kelangsungan usaha tidak memberikan stratifikasi untuk penilaian sediaan dengan historis. Asytoret berpendapat bahwa "hal tersebut merupakan konvensi realisasi dan bukan konvensi kelangsungan usaha yang mengisyaratkan penilaian sediaan dengan historis. Ngerling berpendapat, anggapan bahwa wujud akuntansi memiliki kehidupan yang tidak terbatas tidak mendiversifikasi nilai likuidasi, tetapi juga bahwa asumsi ini bukan alasan yang memadai untuk menggunakan historis ketika terdapat alternatif penilaian lain yang lebih relevan. Selanjutnya, jika mendalilkan kelangsungan usaha dipertahankan, hal tersebut diyakini sebagai ramalan.

Beberapa teori kawan akuntansi tidak menyukai memasukkan mendalilkan kelangsungan usaha dalam struktur teori akuntansi. Memandang kelangsungan usaha sebagai wujud yang berada terus dalam keadaan likuidasi teratur, bukan dalam likuidasi dipaksakan. Interpretasi kelangsungan usaha ini sesuai dengan penggunaan ekuivalen kas sekarang sebagai dasar penilaian seperti diusulkan. Teori kawan lain tidak memasukkan mendalilkan kelangsungan usaha, karena. Mereka menganggap hal tersebut tidak relevan dengan struktur teori akuntansi.

Semua titik pandang ini perlu untuk mengantisipasikan kembali pendahuluan kelangsungan usaha. Pendahuluan dipandang sebagai pertimbangan tentang kontinuitas berdasarkan bukti aktual terhadap dampaknya. Fragmen menawarkan suatu definisi yang konsisten dengan pandangan bahwa pendahuluan kelangsungan usaha merupakan kesimpulan atau pertimbangan dan bukan asumsi, ketika dia menyatakan bahwa perwujudan dipandang sebagai tetap berada dalam operasi secara tidak terbatas" dalam pengakuan bukti bukti terhadap kenyataan tersebut, tidak dalam adanya bukti yang sebaliknya.

3. Pendahuluan Unit Pengukur

Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih dalam akuntansi adalah unit moneter. Pertukaran barang, jasa dan modal diukur dalam satuan uang. unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses penyampaian aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.

Mendalilkan unit pengukur, atau mendalilkan unit moneter, implikasi pada dua keterbatasan utama dalam akuntansi yaitu:

- akuntansi terbatas untuk meramal informasi yang dinyatakan dalam satuan moneter tidak mencatat dan menyampaikan informasi lain yang relevan namun bersifat non-moneter.

-Informasi akuntansi diterima secara keperluan sebagai bersifat moneter dan mengukur informasi non-akuntansi diterima sebagai bersifat non moneter dan tidak mengukur.

-Pandangan ini mendorong kita untuk mendefinisikan informasi akuntansi sebagai kuantitatif,formal,struktur,dapat di audit,numerik,dan berorientasi masa lampau dan definisi informasi non akuntansi sebagai kuantitatif,informal,tidak ter audit,dan berorientasi masa depan.

Keterbatasan yang diakibatkan oleh mendalilkan unit pengukur terkait dengan unit moneter itu sendiri sebagai unit pengukur. Karakter utama adalah daya beli unit moneter, atau kuantitas barang atau jasa yang satuan uang dapat digunakan. Teori akuntansi konvensional berhubungan dengan permasalahan ini dengan menyatakan bahwa pendahuluan unit pengukur juga mendalilkan moneter yang stabil dalam artian bahwa dalil menganggap daya beli dolar adalah stabil sepanjang waktu atau perubahan tidak berarti, meski pun ini tetap digunakan dalam laporan keuangan sekarang, pendahuluan moneter yang stabil merupakan objek kritik yang terus menerus. Profesi akuntansi menghadapi tantangan untuk memilih antara unit uang dan unit daya beli umum sebagai unit pengukuran akuntansi.

4. mendalilkan Periode Akuntansi

Meski pun mendalilkan kelangsungan usaha menyatakan bahwa perusahaan akan tetap ada untuk periode waktu yang tidak terbatas, pemakai meminta berbagai informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek. Sebagai tanggapan terhadap kendala yang disebabkan lingkungan pemakai, pendahuluan periode akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam kesejahteraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik. Panjangnya periode waktu dapat bervariasi, tetapi hukum pajak penghasilan, yang mengisyaratkan penentuan penghasilan dengan dasar tahunan, dan praktik bisnis tradisional, menggunakan periode normal satu tahun. Meski pun kebanyakan perusahaan menggunakan periode akuntansi yang terkait dengan tahun kalender, beberapa perusahaan menggunakan tahun fiskal, atau tahun bisnis alami. Bila siklus bisnis tidak berhubungan dengan tahun kalender, akan lebih bermanfaat untuk mengakhiri periode akuntansi ketika aktivitas bisnis telah mencapai titik terendah. Karena kebutuhan akan informasi yang tepat waktu, relevan dan sering, kebanyakan perusahaan juga menerbitkan laporan interim yang menyediakan informasi keuangan triwulan atau bulanan, dan untuk menjamin kepercayaan laporan interim, menerbitkan opini nomor 28, yang mengisyaratkan laporan interim seharusnya didasarkan pada prinsip akuntansi dan praktik yang sama.

Dengan meminta perwujudan untuk menyediakan secara periodik, laporan keuangan jangka pendek, mendalilkan periode akuntansi membebankan aktual dan tanggungan, penerapan yang menyebabkan perbedaan penting antara akuntansi aktual dan kas. Setiap periode, penggunaan aktual dan tanggungan diminta dalam pembuatan posisi keuangan perusahaan dalam istilah seperti biaya dibayar di muka, pendapatan yang belum diterima, gaji yang belum dibayar, dan biaya depresiasi. Meski pun laporan keuangan jangka pendek bersifat arbitrer dan kurang tepat, kekurangan yang ditunda karena menunjukkan bagi pemakai, dengan cara menentukan bahwa proses akuntansi terus menghasilkannya.

KESIMPULAN:

Aturan-aturan akuntansi yang ada saat ini didasarkan pada dasar teori akuntansi.

Dasar ini terdiri atas elemen-elemen yang bersifat hierarki yang berfungsi sebagai kerangka referensi atau struktur teori. Suatu pemahaman atas elemen-elemen ini dan hubungan dari teori akuntansi menjamin suatu pemahaman atas rasional di balik praktik aktual dan masa depan. Laporan keuangan yang disajikan dalam laporan akuntansi formal hanyalah cerminan dari penerapan struktur teori akuntansi. Yang paling terdepan dari agenda badan akuntansi sebaiknya merupakan formulasi dari elemen-elemen teori akuntansi.

Label: , , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan etika dan sopan, terima kasih

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda